A.
Pengetahuan Umum Mengenai Administrasi
1.
Konsep
Adminitrasi
Maju mundurnya
suatu perusahaan, tergantung pada baik tidaknya system administrasi yang
dilakukan. Ada beberapa pendapat ahli mengenai pengertian administrasi.
Beberapa pendapat itu antara lain.
a)
John M. Pfiffer dan Robert V
Mengatakan bahwa
administrasi adalah proses yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan
pemerintah, keterampilan bimbingan dan teknik-teknik yang tidak terbatas
jumlahnya, serta memberikan arah dan tujuan untuk sejumlah orang.
b)
Leonard D. White
Mengatakan bahwa
adminitrasi adalah proses yang umum disemua upaya kelompok pada perusahaan
publik/swasta.
c)
Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo
Mengatakan bahwa
administrasi negara melakukan fungsi bantuan pemerintah yang berarti pemerintah
(pejabat) tidak dapat memenuhi tugas-tugas tanpa administrasi negara.
d)
Simon
Administrasi adalah
kegiatan kelompok yang mengadakan kerja sama untuk menyelesaikan tugas
bersama-sama.
Dapat ditarik kesimpulan, administrasi adalah proses
kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama
secara efektif dan efisien. Ciri-ciri administrasi yaitu :
·
Sekelompok orang
·
Kerja sama
·
Pembagian kerja
·
Kegiatan yang
runtut dalam suatu proses
·
Tujuan
2.
Unsur-unsur
dalam Administrasi
a)
Melibatkan dua
orang atau lebih
b)
Dilakukan secara
bersama-sama
c)
Ada tujuan
tertentu yang hendak dicapai
3.
Ruang Lingkup
Administrasi
a)
Menghimpun
Kegiatan mencari dan
mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau
berserakan sehingga siap untuk dipergunakan bilamana diperlukan.
b)
Mencatat
c)
Adalah kegiatan
yang membubuhkan dengan berbagai peralatan tulis tentang keterangan-keterangan
yang diperlukan sehingga berwujud tulisan yang dapat dibaca, dikirim, dan
disimpan.
d)
Mengelola
Adalah bermacam-macam
kegiatan yang mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud menyajikan dalam
bentuk yang berguna.
e)
Menyimpan
Adalah kegiatan menaruh
dengan berbagai cara dan alat ditempat tertentu yang aman.
f)
Mengirim
Adalah kegiatan yang
menyimpan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak ke pihak lain.
Tugas seorang administrator, yaitu :
a.
Mengagendakan
surat masuk dan surat keluar
b.
Mengarsipkan
surat masuk dan surat keluar
c.
Mengentri data
surat masuk dan surat computer ke dalam computer
d.
Memfailkan surat
masuk dan surat keluar
e.
Mencatat dan
mengetik surat-surat ke buku agenda surat masuk dan surat keluar
f.
Mendistribusikan
surat masuk dan surat keluar
4.
Administrasi
sebagai Ilmu Terapan
Adminitrasi
sebagai ilmu terapan didasari konsep-konsep yang bersifat teoretis konsep
tersebut membagi administrasi dalam dua fungsi pengendalian dengan unsur
masing-masing didalamnya. Kedua fungsi tersebut dengan unsur-unsurnya adalah
sebagai berikut :
a.
Fungsi Primer
1)
Perencanaan
(planning)
2)
Pengorganisasian
(organizing)
3)
Pengarahan
(commanding)
4)
Koordinasi
(coordination)
5)
Kontrol
(control)
6)
Komunikasi
(communication)
b.
Fungsi Sekunder
1)
Tata usaha
2)
Keungan
3)
Personalia
4)
Logistik
(perbekalan)
5)
Hubungan
masyarakat (humas)
Fungsi primer merupakan pekerjaan yang dominan
memerlukan kemampuan berpikir yang memadai, sedangkan fungsi sekunder lebih
bersifat teknis karena didalamnya berisi pekerjaan operasional/rutin yang tidak
memerlukan kemampuan berpikir yang terlalu tinggi.
5.
Tahap-tahap
Perkembangan Administrasi sebagai Ilmu
a. Survival Period
(1886-1930)
Dalam masa ini, para sarjana mulai memperjuangkan supaya
pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu
tertib ilmu (disiplin). Begitu juga dengan masa inilah, para ahli dan sarjana
mengkhususkan dirinya dalambidang administrasi dan manajemen.
b. Consolidation and
Completion (1930-1945)
Dalam masa ini, asas-asas, rumus-rumus, dan kaidah-kaidah
(norma) ilmu administrasi lebih disempurnakan. Dalam masa Ini juga mutu
(quality) dan jumlah (quantity) para sarjana administrasi turut dikembangkan
serta gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu administrasi negara dan niaga banyak
diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi.
c. Human Relations
Period (1945-1959)
Dalam masa ini, sarjana administrasi mulai memperhatikan
segi manusiawi dan menyelidiki segala hubungan dari semua orang dalam kegiatan
kerja sama, baik hubungan yang bersifat resmi (dinas/formal) maupun yang tidak
resmi (informal).
d. Behavioral Period
(1959-sekarang)
Pada masa ini, para sarjana administrasi mulai mengadakan
perhatian serta peningkatan terhadap penyelidikan mengenai tindakan-tindakan
dan perilaku orang-orang dan kehidupan berorganisasi dan dalam bidang system
pekerjaannya maupun pedekatan kontingensi (Contingency appnoach).
6.
Syarat-syarat
Administrasi sebagai Ilmu
a.
Menggunakan
metode ilmiah
Metode
ilmiah merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan
dan kegunaan tertentu. Cara atau tekhnik ilmiah yang dimaksud adalah dimana
kegiatan ilmiah itu dilaksanakan berdasarkan cirri-ciri keilmuan, yaitu
rasional, empiris, dan sistematis (RES).
b.
Universal
Universal
dala bersifat umum/menyeluruh. Dimanapun tempat terjadinyakegiatan administrasi
maka kegiatan ini sama seperti yang dilakukan oleh individu lain ditempat lain
pula. Sehingga tak terikat oleh ruang dan waktu. Dan juga terdapat pembuktian
atas kebenaran.
c.
Mempunyai
Prinsip-prinsip Tertentu
1)
Pembagian
pekerjaan (division of work)
2)
Kewenanangan dan
tanggung jawab (authority and responsibility)
3)
Disiplin
(discipline)
4)
Kesatuan
perintah (unity of command)
5)
Kesatuan
arah/tujuan (unity of direction)
6)
Mendahulukan
kepentingan umum dari pada kepentingan indivu
7)
Penggajian
(remunitation)
8)
Sentralisasi
(centralization)
9)
Skala hierarki
10) Tata tertib (order)
11) Keadilan (equity)
12) Stabilitas daripada jabatan (stability of tenure)
13) Prakasara (initiative)
14) Solidaritas antara sesame kawan sekerja (esprit de
corps)
d.
Mempunyai Objek
Objek
terbagi ke dalam 2 bagian, yaitu objek material dan objek formal. Objek
material adalah manusia itu sendiri, sudangkan objek formal dalah perilaku/tindakan
manusia dalam melakukan administrasi.
e.
Mempunyai Sistem
Administrasi
memiliki system tersendiri dan terpisah dengan ilmu lainnya, dimana
administrasi membahas tentang suatu kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok
orang untuk mencapai tujuan tertentu secara rasional dengan menggunakan prisip
efektivitas dan efisien.
f.
Dapat dijadikan
Teori
Tidak
sedikit teori dari seseorang yang berpengalaman memimpin suatu bidang usaha
dengan sukses, tetapi usaha pengumpulan daripada prinsip-prinsip,
peraturan-peraturan, metode-metode, prosedur-prosedur dan sebagainya yang
dipergunakan untuk mengecek dari pengalaman umum tersebut belum ada.
7.
Pada dasarnya,
system administrasi memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu perusahaan
karena bisa membantu suatu perusahaaan dalam memberikan sebuah data/informasi
yang diperlukan oleh pemimpin perusahaan dan untuk memudahkan pimpinan mengambil suatu keputusan dalam pelaksaaan tugas
selanjutnya.
B.
Manajemen Dokumen Usaha
Jumlah dokumen
yang begitu banyak tentu memerlukan pengaturan atau pengelolaan yang tepat pada
penyimpanannya agar lebih mudah untuk menemukannya kembali dilain hari.
Penyimpanan dokumen yang tidak tertata dengan baik dapat menyulitkan ketika
kita ingin menemukan kembali dokumen tersebut jika sewaktu-sewaktu
membutuhkannya. Dibawah ini akan dibahas secara singkat dokumen-dokumen niaga
yang biasa dipakai :
·
Dokumen/surat
perkenalan
·
Dokumen/surat
permintaan daftar harga
·
Dokumen/surat
penawaran
·
Dokumen/surat
pesanan
·
Dokumen/surat
pengiriman barang
·
Faktur dan
rekening
·
Dokumen/surat
pengaduan
·
Dokumen/surat
tuntunan dan penyelesaian
·
Dokumen/surat
gugatan dan memo kredit
·
Dokumen/surat
permohonan pembelian kredit
·
Dokumen/surat
perjanjian
·
Dokumen/surat
referensi dan rekomendasi
·
Dokumen/surat
keputusan
1.
Pengunaan
Dokumen Usaha
Pada dasarnya, ada
beberapa macam dokumen kantor, yang dijabarkan sebagai berikut :
a.
Warkat biasa
adalah semua dokumen yang semula mempunyai nilai atau kegunaan penting, tetapi
akhirnya menjadi tidak berguna, misalnya surat lamaran.
b.
Dokumen yang
tidak penting (non-essetiai), yaitu dokumen yang nilai kegunaannya bersifat
sementara, dokumen ini dapat diganti dan secara berkala dapat dimusnahkan.
c.
Dokumen penting
(important), yaitu dokumen yang ada hubungannya dengan masa laludan masa datang
serta mempunyai nilai guna yang sangat besar.
d.
Dokumen atau
warkat yang sangat penting (vital), yaitu dokumen yang mempunyai nilai sejarah
dan ilmiah yang dapat dijadikan sebagai alat pengingat selama-selamanya.
Dalam pengelolaannya, dapat dilakukan dengan 2
sistem, yaitu buku agenda dan system kartu kendali.
2.
Jenis dan
Pengertian Sistem Pengelolaan/Penataan Dokumen dalam Suatu Kantor
a.
Penataan dokumen
dan system nomor
Arsip-arsip yang
dimiliki akan disimpan berdasarkan pada urut-urutan nomor dari waktu yang
terkait. Penataan dokumen dengan system nomor terbagi dalam beberapa bentuk,
yaitu system nomor urut, terminal digit filling, middle digit filling, dan
duplex numerical filling.
b.
Penataan dokumen
dengan system subjek/ pokok soal/ pokok masalah
Arsipnya disusun
dengan berdasarkan kesamaan subjek atau pokok permasalahan yang dimuat dalam
tiap-tiap warkat.
c.
Penataan dokumen
dengan system abjad
System
penyusunan yang menggunakan urutan abjad dari nama orang atau
badan/perusahaan/organisasi sesuai yang tertera pada warkat.
d.
Penataan dokumen
dengan system tanggal/kronologis
Cara menyimpan
arsip didasarkan pada urutan tanggal yang tertera pada warkat.
e.
Pencatatan
dokumen dengan system wilayah
Arsip yang
dimiliki akan disimpan didasarkan pembagian wilayah yang tertera pada asal
surat.
3.
Tata Cara
Pengelolaan Dokumen/surat
a.
Prosedur
penanganan surat masuk
1)
Penerimaan
·
Mengumpulkan dan
menghitung jumlah surat yang masuk
·
Meneliti ketepatan
alamat si pengirim
·
Menggolongkan
surat sesuai dengan jenisnya
·
Menandatangani
bukti pengiriman sebagai tanda bahwa surat sudah terima
2)
Penyortiran
(memisahkan/mengelompokan jenis surat)
·
Memisahkan surat
untuk pimpinan, sekretaris dan karyawan lainnya
·
Menggolongkan
surat dinas kedalam surat dinas rutin, penting, rahasia
·
Memisahkan
surat-surat yang membutuhkan penanganan khusus
3)
Pembukaan surat
Setelah
disortir, surat-surat tersebut dibuka satu persatu sambil diteliti tentang
kelengkapan yang ada. Kemudian surat dibuka dan isinya dikeluarkan jangan lupa
untuk menyertakan amplopnya, tujuannya untuk:
·
Mengetahui
alamat si pengirim apabila disuratnya tidak ada alamat pengirim
·
Menghindari
hilangnya sesuatu apabila ada lampiran yang tertinggal dalam amplop
·
Mengetahui
tanggal pembuatan surat
·
Mengetahui
tanggal pengiriman surat
4)
Pencatatan
·
Membuka amplop,
membaca, dan meneliti isi surat
·
Pemeriksa
lampiran
·
Membubuhkan cap
·
Mengagendakan
surat masuk dalam buku agenda
Macam-macam buku agenda :
a.
Buku agenda
tunggal (mencatat surat masuk dan keluar dalam satu halaman)
b.
Buku agenda
kembar (surat masuk dan keluar secara terpisah/sendiri-sendiri
c.
Buku agenda
berpasangan (dalam 1 buku yang sama, sebelah kiri untuk surat masuk dan sebelah
kanan surat keluar
5)
Pengarahan dan
penerusan
·
Surat yang perlu
diproses lebih lanjut, harus diarahkan dan diteruskan kepada pejabat yang
berhak mengolahnya
·
Surat masuk
harus disertai/dilampiri lembar diposisi oleh sekretaris/kepala tata usaha
·
Surat masuk yang
telah dilengkapi dengan lembar disposisi diteruskan kepada pimpinan/kepala
bagian untuk memperoleh tanggapan atas isi surat dengan menegaskan pada
lembaran disposisi tersebut berupa instruksi/informasi
·
Surat yang telah
memperoleh disposisi disimpulkan kembali kepada sekretaris atau kepala tata
usaha
6)
Penyampaian
surat
·
Menyampaikan
surat yang berdisposisi yang sudah dicacat dalam buku eksposisi internal kepada
pejabat yang bersangkutan
·
Mengembalikan
surat tersebut kepada urusan agenda untuk dicatat dalam buku pengarahan
7)
Penyimpanan
berkas/arsip surat masuk
·
Mengindeks
·
Member kode dan
menyortir
·
Menyimpan ke
dalam folder (map tertentu)
·
Menata arsip
b.
Prosedur
penanganan surat keluar
1)
Pembuatan Konsep
Surat
Membuat rencana dan
penyusunan penulisan surat keluar
·
Pimpinan membuat
dan mengetik sendiri suratnya yang sifatnya rahasia
·
Pimpinan membuat
sendiri konsep surat secara lengkap dan secara garisnya besarnya
·
Pimpinan membuat
konsep dengan mendiktekan sekertarisnya
·
Konsep surat
dibuat oleh orang yang ditunjuk (konseptor)
2)
Persetujuan
Konsep Surat
Hal
ini dilakukan karena adanya kemungkinan koreksi dari pemimpin. Setelah
dibetulkan, pimpinan member paraf persetujuan dan selanjutnya surat dapat
diketik.
3)
Mengagendakan
surat
4)
Pengetikan
konsep surat
5)
Pemeriksaan
konsep
6)
Penandatanganan surat
dan pemberian cap stempel
7)
Pengiriman surat
a.
Dikirim langsung
b.
Dikirim melalui
pos
Ø Dimasukkan ke dalam kotak surat
Ø Diantar ke kantor pos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar